5 Festival Sungai di Asia
Sriwijaya Post/Sudarwan ILUSTRASI - Sebanyak 24 peserta mengikuti lomba perahu hias pada Festival Sriwijaya XXXVII di perairan Sungai Musi Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (17/6). KOMPAS.com – Peradaban-peradaban di dunia berawal di tepian sungai. Sungai ibarat memberi kehidupan bagi masyarakat di tepian. Tak heran, berbagai perayaan keagamaan maupun festival budaya kerap diadakan di sungai.
Hampir di setiap negara yang memiliki sungai pasti memiliki tradisi festival sungai. Sehingga, sangat menarik untuk berwisata ke negara-negara yang tengah melangsungkan festival tersebut. Cek beberapa penyelenggaraan festival sungai di Asia berikut dan sesuaikan jadwal liburan Anda.
Festival Kumbh Mela, India. Festival ini merupakan upacara keagamaan bagi umat Hindu di India. Kumbh Mela adalah sebuah ritual ziarah yang dilaksanakan 4 kali dalam 12 tahun. Perayaan ini meliputi 4 lokasi di India yaitu, Allahabad (Prayag), Haridwar, Ujjain, dan Nashik.
Tanggal perayaan bervariasi karena tidak berdasarkan kalender Masehi. Perkiraan tanggal festival mendatang adalah 27 Januari-25 Februari 2013. Dalam ritual ini, orang-orang Sadhu berkesempatan membersihkan dosa-dosa mereka di Sungai Gangga, sungai yang dianggap suci oleh umat Hindu di India.
Mereka mendatangi Sungai Gangga dalam keadaan bertelanjang bulat. Perayaan ini menjadi salah satu perayaan terbesar yang mampu mengumpulkan jutaan orang di satu tempat dalam waktu yang sama.
Festival Bidar dan Perahu Hias, Indonesia. Perayaan ini merupakan perayaan tahunan yang dilaksanakan dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI, yaitu setiap tanggal 17 Agustus. Dalam festival tersebut, pengunjung dapat menyaksikan aneka perlombaan.
Sebut saja kompetisi perahu bidar tradisional, perahu hias, serta kompetisi perahu naga. Lokasi perayaan berada di sepanjang bantaran Sungai Musi, Sumatera Selatan.
Festival Sungai Mekong, Thailand. Bola-bola api naga atau “bung fai paya nak” akan muncul sekali dalam setahun sekali di sepanjang Sungai Mekong. Tepatnya di tepian Sungai Mekong yang berada di Propinsi Nong Khai, Thailand.
Setiap tiga hari di awal bulan Oktober, selama tiga hari, penduduk dan wisatawan berbondong-bondong menyaksikan munculnya bola naga ini. Oleh sebab itu, kegiatan ini pun disebut sebagai Perayaan Sungai Mekong.
Kepercayaan penduduk setempat menyebutkan bahwa bola-bola api tersebut datang dari seekor naga yang berdiam di dalam sungai. Para ilmuwan tentu memiliki penjelasan ilmiah. Mereka menjelaskan bahwa bola api tersebut muncul akibat pembakaran gas alam.
Selama festival, tak sekedar bola api yang akan menarik perhatian pengunjung. Walaupun bola api menjadi daya tarik utamanya. Pengunjung juga akan disuguhi atraksi lain seperti kembang api dan perlombaan kapal cepat.
Festival Peh Cun, China. Perayaan ini dikenal dengan Festival Perahu Naga. Festival tersebut merupakan simbol pemujaan terhadap Dewa Naga masyarakat China.
Perayaan Peh Cun dilaksanakan di daerah sebelah selatan Sungai Yangtze. Peh Cun diselenggarakan pada tanggal lima bulan kelima berdasarkan penanggalan China. Pada tahun 2013, Peh Cun diperkirakan jatuh pada tanggal 13 Juni 2013.
Festival Tenjinmatsuri, Jepang. Perayaan Tenjinmatsuri merupakan salah satu festival terbesar di Jepang. Perayaan dilaksanakan Sungai Okawa, Kota Osaka. Festival tersebut biasa diselenggarakan setiap tanggal 24 dan 25 Juli.
Pada acara puncak, terdapat prosesi darat atau riku togyo dan prosesi perahu atau funa togyo. Saat perayaan, Sungai Okawa dipadati lebih dari 100 perahu yang mengikuti acara perayaan dan dimeriahkan dengan pesta kembang api.
Baca Selengkapnya ....
KOMPAS IMAGES/I MADE ASDHIANAWisatawan tiba di Gili Trawangan, Lombok, Nusa Tenggara Barat.
KOMPAS/KHAERUL ANWARSelain kecepatan, joki menjadi kunci pengendali agar sepasang kerbau bisa merobohkan sakak (tiang kayu) dalam lomba barapan kebo. Lomba ini merupakan permainan kelompok etnis Sumbawa di Pulau Sumbawa, seperti yang diadakan di Desa Melase, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Minggu (3/6/2012).
KOMPAS/SAMUEL OKTORAJuru pelihara situs Lengge Wawo, Jota Karim, mengitari area lengge dan jompa yang sudah berusia tua, di dalam kompleks situs Lengge Wawo, Desa Maria, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (31/12/2011). Hingga saat ini, jompa atau lengge, yang merupakan bangunan semacam lumbung untuk menyimpan bahan makanan seperti padi, jagung, jawawut, biji-bijian, atau kacang-kacangan, itu masih lestari.
KOMPAS/ADI SUCIPTO Tarian perang, felabhe, membuka Festival Danau Sentani V di Kholkhote Danau Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua Selasa (19/6/2012). Tarian itu diikuti total 500 orang dari 24 kampung.
NATALIA RIRIH Chief Operating Officer GCC, Martono Hadipranoto (kanan) dalam jumpa pers Festival Bacang di Green Central City (GCC), Jakarta Pusat, Selasa (19/6/2012).
KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN Para pebalap melintasi Danau Atas di Kabupaten Solok, Sumatera Barat dalam Tour de Singkarak 2012 etape kelima, Jumat (8/6/2012). Pebalap dari Uzbekistan Suren Team Hamid Shirisisan menjadi yang tercepat dalam etape yang menempuh jarak 149 kilometer dari Padang Panjang menuju Dabau Singkarak tersebut. 