Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Daftar Hotel Melati di Cipanas Garut

Posted by Unknown Selasa, 21 Januari 2014 0 komentar
Daftar No Telepon Hotel dan Penginapan Melati di Cipanas serta Alamat dan no tlp tempat reservasi / booking yang bisa dihubungi. Garut Tour dan Travel Hotel di Garut www.hoteldigarut.net tidak bekerjasama dengan Penginapan Melati yang ada di sekitar kawasan Wisata Cipanas Garut. kecuali untuk yang mengambil Paket Wisata, Travel terbaik di Garut tersebut melayani.
Akan tetapi jika anda ingin datang reguler bisa langsung menghubungi dan menelepon langsung ke pihak hotelnya. 
Hotel melati adalah jenis Hotel yang memiliki fasilitas standart sangat jauh berbeda dengan Fasilitas hotel berbintang yang memiliki  fasilitas yang lengkap untuk kenyamanan para tamu yang akan menginap Pengertian hotel melati bukan berarti sepi pengunjung disebut melati karenakan keterbatasan fasilitasnya saja inilah yang membedakan dengan hotel berbintang Hotel melati dikenal sebagai penginapan yang murah meriah bisa menjadi alternatif sebagai tempat untuk beristirahat saat berlibur ke cipanas garut, Berikut ini adalah beberapa daftar hotel  kelas melati yang ada di lokasi sekitar cipanas garut 
Hotel Cipanas Indah
Jl. Raya Cipanas, Phone : +62-262 233736
Pondok Wulandari
Jl. Raya Cipanas No. 99, Phone : +62-262 234675
Hotel Tirta Alam I & II
Jl. Raya Cipanas, Phone : +62-262 241556
Penginapan Nugraha
Jl. Raya Cipanas No. 96, Phone : +62-262 231829
Penginapan Rahayu
Jl. Raya Cipanas, Phone : +62-262 238162
Penginapan Cipta Bela
Jl. Raya Cipanas, Phone :
Penginapan Pondok Melati
Jl. Raya Cipanas No. 133
Penginapan Pusaka
Jl. Raya Cipanas, Phone : +62-262 237273
Banyu Kencana
Jl. raya Cipanas No. 349, Phone : +62-262 231332
Jl. Raya Cipanas – Pananjung, Phone : +62-262 231300
Penginapan Pondok Asri
Jl. Raya Cipanas No. 184
Penginapan Putra Lugina
Jl. Raya Cipanas, Phone : +62-262 237765
Hotel Tirta Merta I
Jl Raya Cipanas No. 166, Phone : +62-262 231422
Hotel Tirta merta II
Jl Raya Cipanas No. 134, Phone : +62-262 231442
Penginapan Banyu Arta
Jl Raya Cipanas No. 51, Phone : +62-262 231517 
Penginapan Adji Saka
Jl Raya Cipanas No. 349, Phone : +62-262 540095 
Penginapan Purbasari
Jl Raya Cipanas No. 184, Phone : +62-262 237700
Menurut pengalaman kami jika ingin reservasi penginapan Hotel melati sekitar cipanas di sarankan booking tempat saja di karenakan setiap weekend tidak semua penginapan disini fullybooked dan tarif harga sewanya pun jauh lebih murah dan masih menggunakan sistem manual jadi masih bisa tawar menawar jangan khawatir tidak mendapatkan Hotel Melati karena banyak yang menawarkan tempat jika anda melewati sepanjang jalan raya cipanas
Daftar hotel melati sekitar cipanas di atas di ambil dari berbagai sumber dan sebenarnya masih banyak lagi selain data penginapan di atas mengingat banyak nya pengunjung sehingga penginapan pun menjamur di sekitar kawasan wisata cipanas garut

Kami berterimakasih sekali atas info yang diberikan oleh www.hoteldigarut sehingga kami bisa memberikan informasi cukup lengkap bagi anda yang mau booking hotel / penginapan murah kelas melati di sekitar lokasi rekreasi Cipanas Garut. 
 

Baca Selengkapnya ....

Tempat Wisata Sejarah dan Budaya di Garut

Posted by Unknown Minggu, 25 Agustus 2013 2 komentar
Tempat Wisata di Garut begitu banyak macamnya kali ini blog Puncak Darajat hanya akan menyampaikan beberapa macam Wisata Sejarah dan Budaya yang ada di Wilayah Garut dan sekitarnya. Sebetulnya potensi pariwisata di kota ini sangat tinggi sayangnya pemerintah setempat dan pusat kurang begitu perhatian dengan apa yang sudah disediakan oleh alam dan nenek moyang. 


 Objek Wisata Sejarah di Kota Garut
  • Makam Jafar Umar Siddik
  • Seni Adu Domba Garut
  • Kampung Pulo
  • Punden Berundak Pasir Lulumpang
  • Candi Cangkuang
  • Mesjid Cipari Wanaraja
  • Makam Godog
  • Kabuyutan Ciburuy
  • Kampung Dukuh
  • Kantor Disbudpar Kabupaten Garut
  • Bale Pamengkang
  • Angklung Badeng
  • Batu Tulis Berukai
  • Batu Pipisan Dan Gandhik
  • Upacara Ngalungsur Pusaka
  • Makan Keramat Cinunuk
  • Angklung Diatonis
  • Batok Ngisang
  • Honghong
  • Icikibung
  • Ngangkat
  • Ngalesu
  • Bangklung
  • Dogdog Lojor
  • Makam Linggaratu
  • Upacara Ke Makam Karomah
  • Kecapi Rebab
  • Meong Bongkok
  • Cipaan Nugraha Sudiredja
Mayoritas Lokasi Rekreasi yang bernilai Sejarah dan Wisata Budaya di Garut tidak dilengkapi dengan akomodasi dan Hotel yang cukup baik, sehingga banyak wisatawan yang akan kesana kebingungan mencari lokasi menginap yang tepat. Untungnya ada situs www.hoteldigarut.net yang memberikan kemudahan dan informasi yang cukup tepat dan akurat sehingga kami sangat terbantu.

Baca Selengkapnya ....

Tempat Wisata Di Garut Jawa Barat

Posted by Unknown Sabtu, 03 Agustus 2013 0 komentar
Tempat Wisata di Garut Jawa Barat memang menggoda untuk dicoba dan membuat penasaran banyak orang yang melihat data dan informasi yang tersebar di dunia maya tentang keindahan dan kenyamanan beberapa lokasi rekreasi di kota Garut.
 
Yang sedikit menjadi kendala mungkin dikarenakan tarif Hotel dan Penginapan yang cukup tinggi di daerah ini, akan tetapi dengan bantuan Tour & Travel Garut Hotel yang beralamat di www.hoteldigarut.net kita bisa mendapatkan info valid dan objektif dengan lengkap sebelum memutuskan memilih tempat menginap yang tepat.
 
Bagi Anda yang mau bepergian ke kota Garut, sebaiknya baca dulu artikel ini (promosi kota sendiri he..), disini akan diberikan sedikit informasi tentang Objek Wisata di Garut, diantaranya tempat wisata yang sering dikunjungi dan wisata belanja. Jika ada yang mau nambahin silahkan isi di comment/komentar. Garut tersohor dengan julukan “Garut Kota Intan”. Intan sendiri kepanjangan dari Indah Tentram Aman dan Nyaman. Garut secara geografis terletak disebelah bumi bagian selatan yang dikelilingi gunung2 dengan ketinggian rata-rata 700-750 meter diatas permukaan laut dengan iklim tropis suhu rata-rata 24.3 derajat celcius, 27.3 derajat celcius, dingin-dingin empuk.

1. Candi Cangkuang (Cangkuang Temple)
kira-kira 16 Km sebelah utara Tarogong arah menuju Bandung, tepatnya didaerah Leles. Yang uniknya adalah mereka biasanya menggunakan delman/andong untuk mencapai tujuan. Tempatnya berbentuk situ, situ tersebut ditutupi oleh bunga teratai dan ditengah situ tersebut ada Candi Cangkuang yang dibangun oleh Kerajaan Galuh. Disitu juga ada Kampung Pulo yang terdiri dari 6 buah rumah (tidak bertambah dan berkurang samapi dengan sekarang).

2. Cipanas
Terletak di lereng gunung Guntur Kec. Tarogong, atau 6 Km dari pusat kota kira-kira 15 menit ditempuh dengan kendaraan. Terdapat sumber mata air panas untuk menyembuhkan berbagai penyakit atau sekedar merendam. Ada juga fasilitas pemancingan disekitar daerah cipanas.

3. Curug Citiis (Citiis Faterfall)
Terletak di selatan Kec. Tarogong Kaler berdekatan dengan objek wisata Cipanas. Daya tarik objek wisata ini adalah berlatar panorama Gunung Guntur yang mempesona. Memberi tantangan untuk mendaki gunung untuk sampai ke sini, dapat ditempuh 8 Km dari pusat kota.

4. Situ Bagendit (Bagendit Lake)
Adalah danau yang dilingkupi oleh kawasan yang masih alami, dikelilingi pesawahan dan perkampungan penduduk. Terletak dikec. Banyuresmi, Anda dapat berlayar ke tengah situ. 13 Km dari pusat kota.

5. Flamboyan Ngamplang
Ojbek wisata Lapangan Golf Ngamplang berada di Kec Cisewu 5 Km dari pusat kota yang merupakan tempat peristirahatan yang nyaman dengan view indahnya perkampungan Ngamplang. Cocok jika datang pada malam hari, karena kita bisa memandang kota Garut dengan lampu yang kedip2.

4. Makan Keramat Godog (Godog Holy Graveyard)
Sunan Godog dikenal dengan sebutan Prabu Kiansantang yaitu penyebar agama Islam di Jawa Barat. Makan ini terletak di Desa Lebak Agung Kec. Karangpawitan, 11 Km dari pusat kota atau 40 menit-an.

5. Makam Keramat Cinunuk (Cinunuk Holy Graveyard)
Terletak di Desa Cinunuk Kec. Wanaraja, 13 Km dari pusat kota atau 30 menit dengan kendaraan, dengan jurusan Terminal Guntur – Wanaraja disambung naik Andong/delman atau ojek untuk mencapai tujuan.

6. Kawah Talaga Bodas (Talaga Bodas Crater)
Cocok untuk hiking dan berendam, karena disana ada pemandian yang mengandung belerang untuk menyembuhkan berbagi penyakit kulit. Jarak dari pusat kota 19,5 Km.

7. Kawah Darajat (Darajat Crater)
Mempunyai sejumlah kawah yang masih aktif dengan letupan-letupan kecil serta semburan air panas. 17 Km dari pusat kota arah menuju daerah Samarang menuju Puncak Darajat Garut.

8. Gunung Papandayan (Panandayan Mount)
Kira-kira 29 Km sebelah barat daya kota Garut, merupakan gunung berapi yang masih aktif. Untuk samapi ke sana dapat menggunakan kendaraan umum jurusan Garut – Cikajang dari terminal Garut. Pemandangannya yang membuat kita akan terpesona.

9. Situs Kabuyutan Ciburuy (Ciburuy Sanctuary)
Terletak di Kampung Ciburuy desa Pamalayan Kec. Cigedug, 15 Km dari kota kecamatan dan 17 Km dari pusat kota. Beraneka pohon besar dan kecil, 1/3 daerahnya ditumbuhi oleh pohon bambu. Disana juga ada tempat penyimpanan Benda Cagar Budaya dan 3 rumah keramat.

10. Air Terjun Neglasari (Neglasari Waterfall)
Terletak di Kec. Cisompet, 59 Km dari pusat kota atau 2,5 jam dengan kendaraan. 1 Km dari jalan raya untuk masuk ke tempat ini, dengan perjalanan yang asik karena dikelilingi oleh perkebunan teh.

11. Curug Orok (Orok Waterfall)
Kira-kira 29 Km dari pusat kota Garut tepatnya di desa Cikandang Kec. Cikajang. Suasana yang sejuk, curug yang membelah perkebunan teh, dan aktivitas orang-orang yang memetik teh membuat kita semakin terpesona.

12. Sayang Heulang
Pantai Sayang Heulang merupakan daerah tujuan wisata kota Garut di desa Mancagahar Kec. Pameungpeuk. Suasana pantai yang jauh dari keramaian cocok untuk beristirahat dengan hamparan pantai putih deburan ombak. Jarak dari pusat kota kira-kira 80 Km atau 3,5 jam dengan kendaraan.

13. Pantai Santolo (Santolo Beach)
Terletak di Kec. Cikelet sebelah selatan kota Garut berdekatan dengan Sayang Heulang kira-kira 88 Km dari pusat kota. Pantai ini terkenal di kota Bandung yang merupakan tujuan objek wisata terutama pas hari-hari besar. Disini kita bisa menikmati panorama, biota laut, beli cendarmata, makan-makan dll.

14. Pantai Gunung Geger (Gunung Geger Beach)
Di desa Cijambe Kec. Cikelet 90 Km dari pusat Kota. Jika mau kesana, jangan lupa bawa topi, panas banget.

15. Pantai Cijeruk Indah (Cijeruk Indah Beach)
Di Kawasan Cagar Alam Leuwi Sancang melewati kebun karet, kira2 96 Kmdari pusat Kota. Biasanya mereka berkemah dan naik perahu.

16. Pantai Taman Manalusu (Manalusu Park Beach)
Tempat sepi sunyi jauh dari keramaian kota, hamparan pasir laut, gugusan karang yang terjal disepanjang pantai. 96 Km dari pusat kota.

17. Kampung Dukuh
Di desa Cijambe Kec. Cikelet. Keunikannya yaitu 3 rumah dengan kesergaman struktur dan bentuk arsitektur bangunannya dengan kemiringan tanah yang sama.

18. Pantai Cijayana (Cijayana Beach)
Di desa Cijayana Kec. Bungbulang, 87 Km dari pusat Kota dan dilanjutkan dengan mengendarai ojek.

19. Pantai Ranca Buaya (Ranca Buaya Beach)
Tidak ada buaya disini! Terletak di Kec. Caringin atau 102 Km dari pusat kota suasana yang masih asri dengan aktivitas nelayan, panorama, peternakan walet, dan biota laut.

20. Objek Wisata Leuwwung Sancang (Leuweung Sancang Tourist Resort)
Kawasan konservasi terletak di Kec. Cibalong, 96 Km dari pusat kota. Kondisi jalan masih berbatu (koral), dengan luas wilayah 2,157 Ha. Fauna disana adalah : Banteng, Burung Merak, Mencek, Werejit, dll.

21. Curug Cihanyawar (Cihanyawar Waterfall)
Terletak di kaki gunung Guntur di Kec. Cisewu 15 Km dari pusat Kota.

22. Cimandi Racun
kira2 30 menit dari Kec. Kadungora atau 17 Km dari pusat Kota. Cocok untuk jalan-jalan menikmati udara yang bebas polusi.

23. Pantai Karang Paranje (Paranje Coral Beach)
Di desa Cibalong, 86 Km dari pusat kota. Cocok untuk ketenangan jiwa.

24. Para Glaiding Gunung Haruman (Mount Raruman Para Glaiding)
Cocok untuk olah raga terbang layang di perkampungan Kec. Kadungora 30 menit dari Kota Garut.

25. Arung Jeram (Rafting Sport)
Di sungai Cimanuk dan Sungai Cikandang yang melewati hutan bambu, tebing, pesawahan, perkampungan dengan lama perjalanan 2,5 jam atau trip terpendek 7 Km.

26. Kawah Kamojang (Kamojang Creater)
Terletak di dua wilayah, di desa Cibeet Kec. Paseh masuk daerah Bandung atau dari Samarang dari garut.

27. Makanan Khas Garut (Specific Food From Garut)
Ya betul, DODOL! ada juga Ladu dari Malangbong, Burayot dari Leles, Jeruk dari Wanaraja, Angleng dan Wajit dari Cihurip. Dapat dijumpai di sepanjang pusat kota Garut atau di Spanjang Kec. Tarogong bagi mereka yang mau pulang dari Garut, Tarogong tempat persinggahannya.

28. Batik Tulis Garutan
Merupakan home industri yang tersohor kemana-mana yang dikerjakan dengan alat yang sederhana dengan tangan yang terampil dan motif yang indah dan menawan.

29. Kerajinan Kulit (Leather Craft)
Sukaregang tempatnya! untuk belanja aneka produk kulit dari mulai jaket sampai dengan aksesoris lainnya, dijamin asli.

30. Sutra Alam (Silk Worm Clothes)
Terletak di Tarogong Garut, merupakan tempat pengembangan ulat sutera dan pemintalan kain tenun sutra tradisional.

31. Akar Wangi (Fragrant Grass)
Daerah Bayongbong dan Samarang merupakan daerah penghasil akar wangi terbanyak Indonesia, karena akan ini hanya tumbul di daerah situ.

Dan banyak lagi yang lainnya… Silahkan “kukurilingan” di Garut untuk menikmati secara dekat indahnya kota Garut.

Referensi:
- Dinas Paariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut.
- Pengalaman Penulis sendiri saat melancong.
- Teman-teman.
 
Semoga anda tidak kapok untuk berlibur dan berwisata ke lokasi rekreasi di kabupaten Garut, untuk kali lain blog Puncak Darajat akan memberikan informasi lainnya tentang Daftar Tempat Wisata di Kota Garut yang berada di Garsel alias Garut Selatan dengan lebih detail dan terperinci.

Baca Selengkapnya ....

Permata Balikpapan Dongkrak Kunjungan Wisata

Posted by Gilang Biantara Jumat, 07 September 2012 0 komentar
ASITA DK SURYANTO Di Pasar Inpres Kebun Sayur, Balikpapan, banyak ditemui berbagai macam batu mulia, aksesoris wanita mulai kalung, gelang, anting, bros, souvenir.

Koleksi berbagai batu permata dengan kualitas tinggi di Pasar Inpres Kebun Sayur, Balikpapan, Kalimantan Timur, mampu mendongkrak kunjungan wisata.
"Pasar ini salah satu pusat penjualan batu permata yang cukup terkenal di Balikpapan sehingga wisatawan yang berlibur ke sini pasti menyempatkan diri untuk berbelanja kerajinan tersebut," kata Diron, pedagang batu permata di Pasar Inpres Kebun Sayur, Rabu (11/7/2012).


Ia mengakui kunjungan wisatawan untuk membeli batu permata cukup menjanjikan karena pemerintah setempat juga gencar mempromosikan potensi wisata daerah itu.


"Dengan langkah tersebut menjadikan pusat penjualan batu pertama di pasar tersebut makin dikenal wisatawan," ucapnya.


Diron menambahkan bahwa batu permata yang dijual oleh pedagang harganya relatif terjangkau. Ia mengatakan bahwa harga permata bervariatif, mulai dari Rp 20.000 per buah hingga jutaan rupiah. Hal senada juga diungkapkan pedagang permata lain, Wisrik.  


"Banyak juga para kolektor batu permata dari luar Kalimantan berburu permata ke sini karena batu permata di sini asli asahan dari warga lokal," katanya.


Jenis batu permata yang dijual oleh pedagang, antara lain batu permata kecubung, jamrud, safir, kalimaya, mirah delima, dan tentunya beraneka warna batu akik yang sudah umum ditemukan di Pulau Jawa.


Bahkan di pasar itu juga tersedia batu-batu permata dari mancanegara, seperti dari Kolombia, Birma, Sri Lanka, Thailand, dan Australia.


"Jadi pasar ini boleh dikatakan sangat tepat untuk tempat berburu batu permata yang berkualitas tinggi," katanya.


Ia lebih lanjut menjelaskan bahwa di pasar itu juga tersedia berbagai macam cendera mata khas Kalimantan. Mulai dari kain tenun, kerajinan batu manik, kaos oblong bernuansa "Kalimantan" hingga obat tradisional suku Dayak seperti minyak lintah.


"Karena itu bila wisatawan berkunjung ke Kalimantan Timur tidak sempat ke Pasar Inpres Kebun Sayur, maka belumlah lengkap," kata Wisrik.


Baca Selengkapnya ....

Festival Mutiara di NTB, Ajang Bisnis dan Wisata

Posted by Gilang Biantara Kamis, 16 Agustus 2012 0 komentar
ASITA SURYANTOMutiara LombokKOMPAS IMAGES/I MADE ASDHIANAWisatawan tiba di Gili Trawangan, Lombok, Nusa Tenggara Barat.KOMPAS/KHAERUL ANWARSelain kecepatan, joki menjadi kunci pengendali agar sepasang kerbau bisa merobohkan sakak (tiang kayu) dalam lomba barapan kebo. Lomba ini merupakan permainan kelompok etnis Sumbawa di Pulau Sumbawa, seperti yang diadakan di Desa Melase, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Minggu (3/6/2012). KOMPAS/SAMUEL OKTORAJuru pelihara situs Lengge Wawo, Jota Karim, mengitari area lengge dan jompa yang sudah berusia tua, di dalam kompleks situs Lengge Wawo, Desa Maria, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (31/12/2011). Hingga saat ini, jompa atau lengge, yang merupakan bangunan semacam lumbung untuk menyimpan bahan makanan seperti padi, jagung, jawawut, biji-bijian, atau kacang-kacangan, itu masih lestari.

Festival mutiara bertajuk “Lombok Sumbawa Pearl Festival” (LSPF) kembali akan digelar di Hotel Lombok Raya Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 29 Juni – 1 Juli 2012. Tahun ini menjadi kali ketiga penyelenggaraan LPSF yang sudah berlangsung 2010.

“Festival ini bukan hanya untuk menunjukkan NTB sebagai destinasi untuk wisatawan mancanegara tetapi citra destinasi nusantara yang handal. Serta mendorong perekonomian di NTB dengan produk lokal yang sudah mendunia, yaitu mutiara,” ungkap Direktur Promosi Dalam Negeri Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) M. Faried, pada saat jumpa pers LSPF di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Senin (25/6/2012).

Sementara itu, masih dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur NTB Badrul Munir mengungkapkan mutiara yang dibudidayakan di Lombok dan Sumbawa memiliki banyak ragam mulai dari kelas paling atas sampai kelas paling bawah.

“Makanya dalam festival ini nanti, kami akan menggelar mutiara-mutiara yang khas NTB, termasuk mutiara-mutiara yang diproduksi negara-negara lain. Sehingga pengunjung bisa membedakan mana yang asli dan membandingkan kualitas dengan negara-negara lain,” kata Badrul.

Ia menambahkan daya pikat mutiara akan menjadi andalan Provinsi NTB untuk menarik kunjungan wisatawan ke Lombok dan Sumbawa.

Senada dengan hal tersebut, Bambang Setiawan dari Asosiasi Budidaya Mutiara Indonesia mengatakan berdasarkan pengalaman festival di tahun sebelumnya, pengunjung dari luar negeri yang datang memang hanya sebagai buyer (pembeli mutiara).

“Pertama memang datang hanya sebagai buyer. Berikutnya pasti datang bersama keluarga dan teman, dan mereka pun menjadi turis. Suatu tantangan buat kami, untuk lebih mempromosikan destinasi-destinasi wisata lainnya,” tutur Bambang.

Menurutnya, tahun lalu ada banyak pembeli yang menanyakan obyek-obyek wisata yang ada di Lombok dan Sumbawa. Sehingga, lanjut Bambang, perlu pengarapan lebih lanjut untuk tur-tur ke obyek wisata saat festival. Sebab para pembeli tersebut akan berubah dari urusan bisnis menjadi turis.

LSPF 2012 diselenggarakan oleh Kemenparekraf bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB serta didukung Asosiasi Budidaya Mutiara Indonesia. Selama festival berlangsung akan digelar serangkaian acara antara lain pameran, lelang, dan panen mutiara, fashion show, pentas seni budaya, pemilihan Puteri Mutiara 2012, serta aneka lomba seperti fotografi, mewarnai, cukli dan kreasi jilbab.

Lombok-Sumbawa  selain menjadi destinasi pariwisata unggulan Provinsi NTB, juga sebagai sentra perdagangan mutiara terbesar di Indonesia. Produk mutiara hasil budi daya para petani mutiara dari Indonesia diekspor ke berbagai negara produsen perhiasan mutiara dunia seperti New York (Amerika Serikat), Tokyo (Jepang), Jenewa dan Zurich (Swiss), serta Milan (Italia).

Selama berlangsungnya LSPF 2012 akan diselenggarakan acara lelang mutiara. Tahun ini pihak panitia menargetkan nilai transaksi sebesar 120.000 dollar AS dan diikuti 20 pembeli lokal dan internasional antara lain dari Perancis, Hongkong, Jepang, Singapura, Filipina, dan Tahiti.


Baca Selengkapnya ....

Paket Wisata untuk Wisdom Belum Bervariasi

Posted by Gilang Biantara Minggu, 29 Juli 2012 0 komentar
KOMPAS/AYU SULISTYOWATIPura Tanah Lot di Tabanan, Bali.KOMPAS/BENNY DWI KOESTANTOWisatawan menikmati pemandangan persawahan di Tegalalang, Ubud, Bali, Minggu (24/1/2010). Selain budaya, panorama juga menjadi daya tarik utama pariwisata Pulau Dewata.KOMPAS/COKORDA YUDISTIRASuasana di dalam Pasar Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, seperti terekam pada Jumat (18/5/2012). Pasar Ubud, Gianyar, menjadi tempat berbelanja aneka suvenir dan cendera mata khas Bali. Kompas.com/Ni Luh Made Pertiwi F.Seorang pemandu wisata membawa turis berkeliling Ubud, Gianyar, Bali.

Asita Bali menilai paket wisata untuk wisatawan domestik belum bervariasi karena lokasi wisata yang dikunjungi terlalu monoton. Wakil Ketua Asita Provinsi Bali, Bagus Sudibya di Denpasar, Senin (25/6/2012), mengatakan belum bervariasinya paket wisata khususnya bagi pelancong saat liburan sekolah karena terdapat beragam kendala seperti tidak semua obyek wisata di Pulau Dewata dikelola secara profesional.

"Melihat hal tersebut haruslah ada kesadaran bersama antara pemerintah, masyarakat dan pengusaha untuk bisa mengelola suatu obyek wisata yang bisa menghasilkan dan menguntungkan, dalam hal ini pemerintah sebagai regulator, masyarakat sebagai subyek, dan pengusaha adalah user-nya," katanya.

Sudibya mengatakan, memang benar ada banyak lokasi wisata di Bali yang masih digandrungi para pelancong domestik, seperti Kintamani, Tanah Lot, Bedugul dan Kuta. Padahal di Pulau Dewata, masih cukup banyak obyek wisata yang dapat dikunjungi. Akan tetapi cukup banyak yang tidak dikelola dengan baik. "Hal itu sangat disayangkan padahal lokasi wisata tersebut berpotensi untuk dijadikan sebagai paket baru sehingga para wisatawan tidak jenuh dengan obyek yang sama," ujarnya.

Namun, lanjut Sudibya, untuk menuju ke arah sana, obyek wisata baru yang berpotensi itu harus ditata dan dikelola bersama melibatkan semua unsur. Selama ini obyek wisata yang berpotensi tidak dikelola dengan baik dan terkoordinasi dan hanya dikelola oleh masyarakat setempat.


Baca Selengkapnya ....

Jakarta, Salah Satu Destinasi Wisata Termurah di Dunia

Posted by Gilang Biantara Rabu, 04 Juli 2012 0 komentar

JAKARTA, KOMPAS.com – Jakarta menjadi salah satu kota sebagai destinasi wisata paling murah di dunia. Baru-baru ini TripAdvisor, situs perjalanan terkenal di dunia mengumumkan TripIndex 2012.

Dalam pengumuman yang dirilis pada Rabu (13/6/2012) tersebut, dilakukan perbandingan biaya menikmati satu malam untuk dua orang di 48 kota wisata di dunia. "TripIndex membantu para wisatawan mengetahui tempat yang akan memberi lebih banyak dengan uang yang mereka miliki,” kata Jean Ow-Yeong, juru bicara TripAdvisor, seperti termuat dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (14/6/2012).

TripIndex dari TripAdvisor tersebut dihitung dalam dollar AS dan didasarkan pada biaya total  menginap satu malam di hotel bintang empat, minuman koktail, makan malam berupa makanan pembuka dan utama dengan sebotol anggur dan biaya transportasi pulang pergi dengan taksi (dua perjalanan dengan jarak masing-masing sekitar 3,2 km). Biaya yang ada dalam daftar akurat untuk periode 1 Juni hingga 31 Agustus 2012.

“Menariknya, ketika orang datang ke kota-kota di Eropa seperti Budapest dan Warsawa ternyata merupakan kota-kota yang sama murahnya dengan beberapa kota-kota di Asia, sementara Singapura dan Sydney sama seperti London, Paris dan New York sebagai kota-kota yang paling mahal,” jelas Jean Ow-Yeong.

Hanoi di Vietnam menawarkan biaya menghabiskan malam paling terjangkau dengan total biaya TripIndex sebesar 141,12 dollar AS atau Rp 1.323.000. Dengan biaya lebih dari tiga kali lipat dibandingkan Hanoi, London menempati urutan teratas sebagai kota termahal dengan biaya TripIndex sebesar 518,01 dollar AS atau Rp 4.856.344.

Biaya hotel adalah faktor terpenting dalam menentukan kota-kota paling terjangkau dan termahal dalam daftar TripIndex. Kota dengan rata-rata biaya hotel paling terjangkau adalah Bangkok dengan 81,13 dollar AS atau Rp 760.594 per malam. Sementara secara hotel, Jakarta merupakan kota paling murah di posisi kedelapan dengan biaya 124,24 dollar AS atau Rp 1.164.750 per malam.

Asia Tenggara pun diklaim sebagai kawasan yang memiliki paling banyak kota yang masuk dalam daftar sepuluh kota paling murah, termasuk Hanoi yang menempati urutan teratas, sementara Bangkok, Kuala Lumpur dan Jakarta masing-masing di posisi ketiga, kelima dan kedelapan.

Eropa mendominasi daftar kota termahal dengan tujuh kota termasuk London yang berada di posisi pertama, sementara Oslo, Zurich, Paris, Stockholm, Moskwa dan Kopenhagen masing-masing berada di posisi kedua, ketiga, keempat, kelima, ketujuh dan delapan.

Harga-harga tersebut mulanya dicatat dalam mata uang lokal antara Maret dan Mei 2012 dan dikonversikan ke dollar AS pada tanggal 29 Mei 2012. Daftar destinasi TripIndex internasional terdiri dari kota-kota utama dari 48 negara dari 50 negara yang paling banyak menerima pengunjung internasional (data didapatkan dari UNWTO). Daftar lengkap TripIndex bisa dilihat di http://cdn.tripadvisor.com/pdfs/TripIndex_Summer_2012_US.pdf


Baca Selengkapnya ....

Kirab Kyai Bende, Upaya Nongkosawit Jadi Desa Wisata

Posted by Gilang Biantara Senin, 02 Juli 2012 0 komentar
KOMPAS.com/PUJI UTAMI Penjamasan pusaka kyai Bende dengan air dari sembilan mata air pada acara berkah desa di Kelurahan Nongkosawit, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Kamis (14/6/2012).

SEMARANG, KOMPAS.com - Kirab pusaka Kyai Bende dalam rangka sedekah desa yang diselenggarakan di Kelurahan Nongkosawit, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang berlangsung meriah pada Kamis (14/6/2012) sore. Acara yang digelar di lapangan kelurahan tersebut dihadiri seluruh warga dan menjadi pesta rakyat yang selalu dinantikan.

Kirab pusaka merupakan acara puncak dari sejumlah acara yang sudah diselenggarakan seperti festival pohon, trabas dan doa bersama di pemakaman desa. Setiap Rukun Tetangga (RT), karang taruna dan sekolah yang ada di kelurahan tersebut menyiapkan kesenian untuk diikutkan dalam arak-arakan.

Sebelum diarak keliling kampung, pusaka berupa bende atau alat gamelan tersebut dijamasi dengan air dari sembilan mata air yang ada di wilayah tersebut. Bende itu merupakan peninggalan Syeh Hasan Munadi, seorang murid dari Sunan Kalijogo yang menyebarkan ajaran Islam pada masa itu melalui kesenian karawitan di wilayah Kecamatan Gunungpati.

Pusaka kemudian diarak keliling kampung diikuti berbagai kesenian masa lalu yang masih dipertahankan seperti jaranan, warag ngendok, sagulo-gulo serta gunungan berupa hasil pertanian. Para anak-anak dan pemuda desa juga tidak mau kalah dalam acara tersebut, mereka membuat replika kartun, robot dan helikopter agar gelaran tersebut lebih meriah.

Arak-arakan diawali dengan seorang perempuan yang juga sesepuh desa dengan menyebarkan beras kuning sebagai wujud syukur dan kesejahteraan. Diiringi gending jawa, pusaka diarak dan menjadi tontonan warga. Gunungan berupa hasil pertanian tersebut juga menjadi rebutan sebagai wujud berkah dari sang pencipta di akhir acara. Ketua panitia Suwarsono mengatakan acara ini rutin di selenggarakan tiap tahun pada hari Kamis Wage di bulan Rajab.

"Setiap tahun akan ditingkatkan agar lebih meriah lagi karena masyarakat berkomitmen acara ini bisa menjadi daya tarik wisatawan menuju Nongkosawit menjadi desa wisata edukasi dan budaya,"ujarnya.

Kelurahan Nongkosawit ungkapnya merupakan penyangga objek wisata Waduk Jatibarang yang saat ini masih dalam pengerjaan. Sebab itu diharapkan kelurahan ini akan menjadi pusat kesenian dan kebudayaan sehingga perekonomian rakyat lebih meningkat.

"Kedepannya kawasan ini akan menjadi objek wisata menarik dengan agenda kesenian yang akan sering dilakukan, kami seluruh warga optimis,"tambahnya. Selain berupa kesenian, kelurahan tersebut saat ini sedang mengembangkan sejumlah produk pertanian seperti buah durian, rambutan dan aneka buah lainnya yang akan dijadikan agrowisata.


Baca Selengkapnya ....

Pantai Sawarna, Mutiara Wisata di Selatan Banten

Posted by Gilang Biantara Minggu, 01 Juli 2012 0 komentar

Kawasan Pantai Sawarna yang membentang di pantai selatan Lebak, Provinsi Banten, dalam satu dasawarsa terakhir muncul sebagai tujuan wisata baru.

Kawasan hutan pantai yang dulu terkenal sebagai desa siluman itu kini bangkit sebagai tujuan wisata yang lebih menarik daripada Pelabuhan Ratu di Sukabumi yang berada dalam satu garis pantai di kawasan itu. Kawasan ini dapat dikatakan sebagai mutiara baru di selatan Banten.

Hendy, pemilik sebuah homestay di Desa Sawarna, Sabtu (22/6/2012), mengatakan, Sawarna mulai dilirik wisatawan lokal dan asing sejak tahun 2000. Sekarang sudah dikenal di seluruh dunia lewat internet.

"Sayangnya jalan menuju lokasi ini dari Jakarta belum mulus," ujar seorang wisatawan lokal yang ditemui di Sawarna. Banyaknya wisatawan, mencapai ratusan perhari, membuat penduduk setempat menyulap rumah mereka menjadi homestay dengan tarif relatif murah, sekita Rp 120.000 semalam per orang termasuk makan .

Banyak pantai menawan dengan laut biru yang bisa dinikmati di lokasi ini, antara lain Tanjung Layar, Karang Bokor (Cipamadangan), dan Pulau Manuk. "Pantai Sawarna sekarang banyak dijadikan sasaran obyek foto. Saya sering mengantar orang-orang yang belajar memotret kemari," tutur Hendy yang juga merangkap sebagai pemandu wisata.

Untuk menuju kawasan Sawarna, wisatawan dari arah Jakarta bisa melalui Tangerang, Tigaraksa, lalu Malimping, Bayah.

Dari arah Bandung bisa melalui Pelabuhan Ratu, lalu menyusuri pantai ke arah barat. Tentu harus banyak tanya di jalan, karena petunjuk arah menuju kawasan ini belum memadai.

Akan tetapi jangan banyak kaget kalau banyak penduduk Lebak sendiri yang belum tahu dan bahkan belum pernah mendengar tentang Sawarna.


Baca Selengkapnya ....

Ketika Wisata Tak Butuh Formalitas

Posted by Gilang Biantara Rabu, 27 Juni 2012 0 komentar
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Kondisi alam pedesaan yang masih asri di Desa Banguncipto, Sentolo, Kulon Progo, DI Yogyakarta, menjadi salah satu hal yang ditawarkan kepada wisatawan dalam paket wisata Towilfiets yang diprakarsai oleh Muntowil (kiri). Dalam paket wisata tersebut, wisatawan diajak berinteraksi secara langsung dengan warga setempat sambil berkeliling desa menggunakan sepeda onthel tua.

MELUNCUR 20 kilometer di sebelah barat Kota Yogyakarta menuju Kecamatan Sentolo, semerbak aroma alam pedesaan mulai terasa. Di sana terbentang persawahan hijau dengan latar belakang gugusan Pegunungan Menoreh nan menantang.

Di pematang sawah, simbok-simbok petani yang berlepotan lumpur di sawah tidak henti-hentinya menebarkan senyuman dan sapaan. Suasana alam pedesaan yang apa adanya dan jauh dari formalitas ini justru menjadi daya tarik luar biasa bagi sejumlah wisatawan mancanegara.

Sentolo tepat berada di sebelah barat Sungai Progo yang memisahkan Kecamatan Sentolo (Kabupaten Kulon Progo) dan Kecamatan Sedayu (Kabupaten Bantul). Akses transportasi kedua daerah tersebut dihubungkan melalui Jembatan Bantar, yang pada zaman penjajahan Belanda menjadi salah satu tempat pertempuran sengit antara tentara republik dan tentara Belanda.

Meski tak begitu jauh dari pusat Kota Yogyakarta, keaslian alam pedesaan di Sentolo masih sangat terasa. Di tempat ini bisa ditemukan panorama persawahan luas dengan hiasan Pegunungan Menoreh di sisi barat, kerajinan tenun tradisional, industri gamelan, pembuatan tempe serta ketupat dan telur asin, hingga pasar tradisional Sentolo.

Secara geografis, lanskap daerah ini relatif datar sehingga siapa pun bisa leluasa menyusup hingga ke pelosok-pelosok kampung. Di Dusun Bantar, Kelurahan Banguncipto, Sentolo, membujur jembatan bersejarah, Jembatan Bantar, yang kini tidak dipakai lagi. Tak jauh dari sana, ada Dusun Beling yang sebagian besar berupa bentangan sawah luas dengan sistem irigasi tradisional dan aktivitas pertanian.

Berdekatan dengan Dusun Beling terdapat Dusun Ploso yang sebagian penduduknya adalah perajin tenun tradisional setagen atau ikat pinggang kebaya. Dari kejauhan, suasana kampung ini terdengar unik karena suara gemertak alat tenun tradisional manual.

Sedikit bergeser ke selatan, ada pasar tradisional Sentolo di Dusun Kali Bondol. Sama seperti pasar tradisional lainnya, proses transaksi tawar-menawar antara penjual dan pembeli di pasar ini sangat terasa. Selain pasar tradisional, di dusun ini juga terdapat perajin gamelan.

Suasana khas pedesaan ini rupanya sangat menarik bagi para wisatawan mancanegara. Sejak tahun 2008, ribuan wisatawan mancanegara silih berganti datang ke kampung ini.

”Keramahtamahan warga desa mampu menggerakkan wisatawan untuk tinggal. Ini benar-benar potensi wisata luar biasa karena tak membutuhkan modal sepeser pun. Modal utamanya hanyalah alam pedesaan, kejujuran, dan sapaan,” kata Towil, penggagas wisata desa dengan bersepeda Dorpentocht op de Fiets di Dusun Bantar, Desa Banguncipto, Sentolo, Kulon Progo, pertengahan Mei 2012.

Berawal dari ide teman pemandu wisata senior asal Belanda, Carel Van Becom, Towil mulai mengembangkan wisata minat khusus, yaitu keliling desa dengan bersepeda. Bagi masyarakat lokal, gagasan ini mungkin hal biasa, tetapi bagi para wisatawan mancanegara yang tak pernah bersentuhan dengan alam pedesaan, ini sesuatu yang luar biasa. Melalui Carel Van Becom pula, Towil mendapatkan jaringan wisatawan asing dari beragam negara, seperti Belanda, Belgia, dan Suriname.

Konsep wisata keliling desa sambil bersepeda sangat sederhana. Kuncinya sangat sederhana, yaitu suasana asli pedesaan dan sedikit kemampuan berbahasa asing bagi para pemandu wisata.

Untuk membuka percakapan dengan para tamu asing, Towil biasanya masuk melalui pembicaraan seputar sepeda onthel kuno miliknya yang dahulu kala biasa dipakai orang Belanda pada zaman kolonial. Dari situ, komunikasi dengan para wisatawan mancanegara mulai terjalin.

Sambil bercerita, para wisatawan kemudian diajak berkeliling kampung melihat pemandangan alam. Di jalan, mereka bertemu dengan macam-macam hal dan pemandu bisa menjelaskannya, mulai dari tanaman kunir, kencur, serai, laos, dan bahkan rumput putri malu.

”Mereka (wisatawan mancanegara) tidak pernah menemukannya di luar negeri. Hal-hal yang bagi kita sepele justru sangat istimewa untuk mereka,” kata Towil.

Rute perjalanan yang biasa ditempuh para wisatawan sejauh 6 kilometer meliputi beberapa wilayah pedesaan. Lokasi awal perjalanan biasanya dimulai dari Dusun Bantar yang terkenal dengan Jembatan Bantar yang bersejarah, kemudian menuju kompleks persawahan di Dusun Beling.

Sampai di sawah, biasanya para wisatawan beristirahat sejenak sambil makan jajanan pasar, seperti lemper, tempe goreng, tahu bacem, ketela goreng, kipo, wajik, dan minum air kelapa atau degan. Agar wisatawan merasa nyaman dengan makan an lokal tersebut, Towil dan lima rekan pendamping tak bosan-bosan menjelaskan bahan-bahan makan an yang disantap.

Semua makan an tersebut dijelaskan satu per satu bahan dasarnya yang berasal dari alam, tidak mengandung zat kimia dan aman bagi kesehatan. Dengan penjelasan tersebut, para wisatawan biasanya mau memahami dan kemudian merasa aman menikmati makan an apa pun yang disiapkan.

Di perjalanan, wisatawan bisa menemukan aneka macam aktivitas penduduk, mulai dari pembuatan tempe, ketupat, telur asin, pemintalan tenun, pembuatan gamelan, penggilingan padi, sampai dengan melihat kereta api yang melintas di sebelah utara Jalan Raya Wates. Dengan menyusuri setiap sudut desa, wisatawan bisa berinteraksi langsung dengan alam dan penduduk desa.

Dua wisatawan asing asal Belanda, Arcje dan Wil, bahkan pernah tinggal satu bulan penuh di Dusun Bantar. Setiap hari mereka berinteraksi dengan penduduk-penduduk sekitar karena memang suasana itu yang ingin mereka rasakan.

Enam tahun lalu, Towil hanya punya dua unit sepeda onthel untuk melayani para tamu-tamu asing. Namun, kini, sepeda onthel Towil telah bertambah menjadi 70 unit dan siap mengantar wisatawan asing dari mana pun.

Dari ujung barat Yogyakarta bisa dibuktikan bahwa pariwisata tak membutuhkan modal besar atau pelayanan super mahal. Pariwisata juga tak perlu formalitas, tetapi justru otentisitas. Hanya berbekal sepeda onthel, sapaan ramah, dan sedikit kemampuan berbahasa asing, wisatawan ternyata bisa berdatangan. (Aloysius B Kurniawan)


Baca Selengkapnya ....

Pesona Laweyan, Belanja Batik Bonus Wisata Sejarah

Posted by Gilang Biantara Sabtu, 16 Juni 2012 0 komentar

SEKITAR akhir abad ke-19 dan ke-20, sebuah kampung di Solo, Jawa Tengah, terkenal sebagai pusat perdagangan batik Indonesia. Di kampung inilah batik tulis dan cap diproduksi, kemudian didistribusikan ke seluruh Nusantara hingga luar negeri. Tak hanya melahirkan saudagar-saudagar batik yang termasyhur namanya, di kampung ini juga lahir tokoh pergerakan nasional lewat Sarekat Dagang Islam, KH Samanhoedi.

Laweyan, itulah nama yang terkenal dengan kawasan Kampoeng Batik Laweyan. Deretan tembok kuno setinggi 5-7 meter yang berdiri kokoh di beberapa jalan sempit menuju kawasan kampung batik itu merupakan peninggalan saudagar-saugadar batik di daerah tersebut. Jalan-jalan sempit yang masuk dari Jalan Radjiman, Solo, itu seakan menjadi gerbang sebelum menelusuri rumah-rumah batik atau gerai batik yang tersebar di kampung tersebut.

Ketika menapaki jalan-jalan di Kampoeng Batik Laweyan, pengunjung seakan menapak tilas dan mengenang kejayaan batik di daerah yang pernah menjadi tempat bermukim Kyai Ageng Henis, keturunan Raja Brawijaya V dari Majapahit.

Di kampung ini banyak gang sempit yang hanya bisa dilewati kendaraan roda dua. Konon, selain untuk menjaga kerahasiaan usaha batik, tembok-tembok tinggi yang mengelilingi rumah menyerupai benteng itu juga dibangun karena para saudagar berusaha menciptakan daerah ”kekuasaan” di lingkungan mereka. Zaman dulu, pintu-pintu rumah itu jarang dibuka lebar.

Bahkan, di antara tembok-tembok tinggi tersebut ada sebuah rumah besar perpaduan arsitektur Eropa dan Jawa seluas 1.800 meter persegi. Rumah di Jalan Sidoluhur 18 yang dibangun tahun 1915 oleh pemiliknya, Tjokrosoemarto (almarhum), ini masih berdiri megah dengan nuansa keindahan tempo dulu. Hampir setiap sudut rumah, termasuk perabotan, dipenuhi beragam motif batik. Orang Solo menyebut rumah ini sebagai nDalem Tjokrosoemartan.

Semakin dalam menyusuri Kampoeng Batik Laweyan, pengunjung bisa menemukan rumah-rumah berarsitektur Jawa dengan atap limasan yang menjadi toko atau gerai batik sekaligus tempat produksi atau gudang batik. Beberapa menambah menambah kaca transparan di bagian depan rumah agar produk-produk batik yang dipajang terlihat dari luar.

Deretan papan nama setiap gerai batik pun langsung menyambut pengunjung. Di tiap gang ada petunjuk galeri-galeri batik. Jika datang membawa mobil pribadi, mobil bisa diparkir di dalam kampung batik tersebut. Namun, jika menggunakan bus, bus bisa diparkir di pinggir Jalan Radjiman, kemudian pengunjung berjalan kaki ke Kampoeng Batik Laweyan atau naik becak.

Rumah-rumah batik yang biasanya dibuka mulai pukul 08.00 hingga pukul 17.00 ini menawarkan berbagai produk batik, mulai dari kain, pakaian, kaus, serta berbagai kerajinan dari batik (seprai, tas, sandal, dan sepatu), hingga perlengkapan interior rumah dari aplikasi batik. Produk ini dibuat dari kain batik berbahan katun, sutra, satin, dorby, paris, atau primis-primissima dengan beragam motif.

Biasanya, ketika berbelanja, pengunjung langsung dilayani pemilik rumah batik. Kendati hanya disuguhi air mineral, karena berada di rumah, suasana belanja kadang tidak terasa seperti di toko. Pengunjung sering larut dalam obrolan dengan pemilik rumah batik. Beberapa rumah batik dibuka hingga bagian dalam rumah sehingga pengunjung bisa duduk selonjoran di lantai sambil memilih-milih batik yang akan dibeli. Untuk kenyamanan pengunjung, beberapa butik menggunakan pendingin ruangan.

Bagi yang belum pernah melihat pembuatan batik, di sejumlah rumah batik, pengunjung bisa menyaksikan cara membuat batik, bahkan bisa ikut coba-coba memegang canting (alat untuk membatik) dan menorehkan malam (lilin) ke kain-kain putih yang disediakan pemilik rumah batik. Beberapa menempatkan pekerjanya yang tengah membatik di bagian depan rumah sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi calon pembeli.

Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan yang menjadi wadah perajin batik di Laweyan menawarkan kursus singkat membatik selama dua jam dengan biaya Rp 30.000 per orang dan peserta minimal 10 orang. Hasil karya dan canting dibawa pulang. Jika menambah Rp 10.000 per orang, pengunjung mendapat makan an dan minuman khas Jawa.

Setiap rumah batik biasanya punya ciri khas sendiri-sendiri dalam hal motif dan potongan busana. Ini karena sebagian besar dari mereka memproduksi sendiri kain batik atau busana yang ditawarkan. Umumnya batik yang dijual dari batik tulis dan cap, tetapi beberapa sudah mulai menawarkan printing (tekstil bermotif batik).

Harga produk batik pun bervariasi, mulai dari Rp 50.000 hingga jutaan rupiah, tergantung dari bahannya. Jika terbuat dari batik tulis, apalagi yang menggunakan bahan pewarna alami, harga sepotong kain batik tulis bisa di atas Rp 500.000.

Untuk pembayaran, bagi yang tidak membawa uang tunai cukup, jangan khawatir. Beberapa rumah batik sudah menyiapkan alat pembayaran elektronik untuk kartu debet atau kartu kredit. Namun, jumlahnya belum begitu banyak.

Untuk melayani para pembeli, satu-dua galeri batik di Laweyan mulai memberanikan membuka pelayanan hingga 24 jam, terutama di Jalan Radjiman, seperti Batik Beteng dan Batik Omah Laweyan. Biasanya toko dibuka 07.30-22.00. Namun, di luar jam itu, pembeli yang datang dibukakan pintu oleh pramuniaga yang berjaga.

Toko-toko ini biasanya berupaya jemput bola dan melihat peluang seringnya tamu kesulitan memperoleh batik di luar ”jam normal”. Pelayanan 24 jam terutama bagi tamu luar kota yang ingin beli oleh-oleh batik, tetapi waktunya terbatas karena mengikuti acara seharian dan harus pulang keesokan harinya. Bahkan, ada yang memberi layanan antar jemput gratis bagi tamu dari penginapan ke rumah batiknya.

Jika masih ada waktu, beberapa situs sejarah juga menanti dikunjungi, antara lain Masjid Laweyan yang menjadi satu kompleks dengan makam Kyai Ageng Henis dan Kyai Ageng Beluk, situs rumah dan makam KH Samanhoedi (pendiri Sarekat Dagang Islam), situs Bandar Kabanaran, Langgar Merdeka, serta Langgar Laweyan. Kuliner lokal, seperti apem dan leker khas Laweyan, juga layak dibawa sebagai oleh-oleh. Jika ingin semakin menyelami atmosfer Laweyan, beberapa hotel dan penginapan siap menaungi tidur Anda, misalnya Roemahku dan Hotel Laweyan.


Link Teman :

Download Lagu MP3


Download lagu


download Sofware


Baca Selengkapnya ....

Anak Pintar, Yuk Wisata ke Mekarsari...

Posted by Gilang Biantara Jumat, 15 Juni 2012 0 komentar

CILEUNGSI,  Untuk menyambut pekan liburan sekolah, Taman Wisata Mekarsari di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, kembali menggelar Negeri Anak Berprestasi sebagai hadiah untuk seluruh pelajar Sekolah Dasar sederajat se Indonesia yaitu gratis masuk Taman Wisata Mekarsari mulai tanggal 17 Juni 2012 sampai 8 Juli 2012.

Bertema “Unforgettable Holiday”, pekan liburan sekolah ini juga memberikan apresiasi tambahan menarik untuk pelajar SD berprestasi yang memiliki nilai 8 atau lebih pada rapor terakhirnya. Selama 3 minggu, program yang dikemas dengan beragam aktivitas yang atraktif, menghibur, dan edukatif ini ditargetkan mampu mendatangkan 200.000 pengunjung.

"Syaratnya, datang dengan membawa fotocopy rapor terakhir," kata Putri Ayu Pratami, Public Relations Manager Taman Wisata Mekarsari, Jumat (8/6/2012).

Putri memaparkan, mereka yang memperoleh nilai 8 atau lebih sebanyak 5 buah memperoleh gratis tiket Gogo Train (kereta keliling). Nilai 8 atau lebih sebanyak 6 buah, gratis tiket Gogo Train dan tiket Pongo Show. Nilai 8 atau lebih sebanyak 7 buah, gratis tiket Gogo Train, tiket Pongo Show, dan tiket Perahu Naga.

"Nah, kalau ada yang mendapat nilai 9 atau lebih sebanyak 3 akan mendapatkan gratis tiket Gogo Train, Tiket Pongo Show, Tiket Perahu Naga. Khusus 150 orang pertama dengan nilai ini bisa memetik langsung melon unik di kebun," ujar Putri.

Menyambut liburan sekolah, Taman Wisata Mekarsari menyuguhkan acara Edutainment setiap harinya mulai dari panggung hiburan dan area edukasi seperti, bazar buah dan pernak pernik, menyediakan beraneka jenis buah dan hasil olahan buah seperti kripik dan manisan. Juga ada atraksi, Clown Mekarsari, Negeri Dongeng, Lion King Show, Garcy and Friend Performance dan Tari Kreasi.

Selain itu, menurut Putri, ada lagi Gema 1001 Tabulampot, yakni menampilkan berbagai tanaman buah dalam pot seperti jambu bol harman, sawo manila, abiu, alkesa, jambu air citra dan lainnya. Selanjutnya Fruit Show, kegiatan yang memberikan informasi tentang eksplorasi manfaat buah dan sayuran secara gratis dan dilengkapi dengan praktek, seperti menguji kandungan vitamin C pada buah, membuat pewarna dari buah, berkreasi dengan potongan buah, dan menciptakan energi listrik dari buah.

Paket lainnya, lanjut Putri, Family Camp Jambu, yakni paket berkemah untuk keluarga di area kebun Bisbul Country Side selama 2 hari 1 malam. Peserta kemah akan melakukan serangkaian aktivitas mulai dari berkeliling kebun, belajar menanam padi, melukis caping, memandikan kerbau, serta menangkap ikan.

Menurut Putri, Taman Wisata Mekarsari sudah dua kali menggelar Program Negeri Anak Berprestasi karena melihat antusiasme masyarakat yang begitu besar saat pertama mengadakan program ini pada pekan liburan akhir tahun 2011. "Selain menambah kecerian liburan sekolah, program ini dimaksudkan agar memacu semangat belajar anak untuk mendapatkan nilai yang lebih bagus," katanya.

"Negeri Anak Berprestasi ini merupakan program yang dikemas lengkap dan memberikan nuansa liburan yang berbeda. Kami berharap dapat memberikan pilihan tempat berlibur yang tepat untuk masyarakat,” tambah Putri.


Baca Selengkapnya ....

recent post

TEMPLATE CREDIT:
Situs Booking Online Hotel di Garut - Original design by Bamz | Copyright of Puncak Darajat.