Tampilkan postingan dengan label Pernah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pernah. Tampilkan semua postingan

Sudah Pernah Mencicipi Sate Klatak

Posted by Gilang Biantara Rabu, 27 Juni 2012 0 komentar

JAKARTA, KOMPAS.com - Sate klatak apa itu? Mungkin itu pertanyaan wajar apabila Anda berkunjung ke Kota Bantul, Yogyakarta akan bertanya-tanya karena di sepanjang jalan utama kota tersebut banyak warung makan sate klatak.

Kalau Anda penasaran cobalah mampir ke warung sate klatak Pak Pong yang tiap hari selalu ramai pengunjung dan dijamin sate klataknya empuk. Sate klatak adalah sate daging kambing muda yang ditusuk dengan jeruji sepeda. Tusukannya bukan tusukan bambu biasa dan ukuran potongan daging kambingnya lebih besar tiga kali dari sate biasa. Tidak heran kalau penyajiannya tiap porsi hanya dua tusuk dan harganya Rp 12.000. Jadi harga per tusuknya Rp 6.000.

Sate klatak memiliki keunikan dan berbeda dengan sate biasa. Pada proses pembakaran sate klatak hanya dibumbui garam saja dan polos warnanya. Sedangkan sate biasa biasanya dibumbui lengkap dan sausnya sudah lazim dengan kacang atau kecap manis. Sate klatak yang bikin unik adalah cara penyajiannya dengan kuah gule kambing yang kental.

Sate klatak bertambah nikmat apabila makannya ditambahi menu lain tongseng dan tengkleng kambing. Paling istimewa menu tongseng kambing kepala. Tongsengnya lengkap banget ada mata, lidah, daging dan telinga dari kepala sapi. Harganya cukup murah untuk warga Jakarta, seporsi Rp 15.000 dibanding harga tongseng kambing biasa cukup Rp 10.000.

Makan di Warung Pak Pong perlu kesabaran. Karena pas hari libur pengunjungnya sangat ramai dan cara masak tongseng harus langsung dimasak per pesanan maka pengujung harus sabar menunggu kalau pesan makanan.

Tapi jangan khawatir bagi pengunjung yang kelaparan dan buru-buru ingin makan sate klatak. Pasalnya di daerah Bantul banyak berjejer warung sate klatak terutama yang di Jalan Imogiri Timur, Bantul. Anda tinggal pilih warung mana yang sepi pengunjung untuk memesan sate klatak. (Asita DK Suryanto; email: asita@djojokoesoemo.com)


Baca Selengkapnya ....

Pernah Cicipi Sundubu Chige Perut Terasa Hangat

Posted by Gilang Biantara Kamis, 21 Juni 2012 0 komentar

Chung Gi Wa, sebuah restoran Korea yang baru dibuka di Lottemart Kelapa Gading lantai 2. Memang sih hampir di semua restoran Korea pasti mengucapkan “Anyonghaseo” pada setiap tamu yang baru datang, yang artinya adalah Hallo, atau semacam ucapan selamat datang. Malam itu, saya diajak oleh Om dan Tante untuk mencoba Chung Gi Wa. "Ini restoran baru," ujar si Tante.

Wow, ternyata Chung Gi Wa ini agak berbeda dengan Restoran Korea yang lain, karena mereka memiliki perkebunan sayuran dan peternakan sapi sendiri di daerah Sukabumi, Jawa Barat. Mungkin ini untuk menjaga standar dan kualitasa bahan baku mereka. Kembali lagi ke restorannya yang terletak di lantai 2 Lottemart ini, tempatnya sangat luas dan bersih. Pelayan-pelayannya pun akan dengan cekatan melayani pesanan anda. Tamu-tamu yang datang pun tidak hanya orang Korea, banyak juga koq orang Indonesia yang datang.

Seperti biasanya, menu appetizer pasti akan disajikan terlebih dahulu di meja (tanpa pesan terlebih dahulu), ini memang free alias gratis. Dari aneka kimchi, kentang manis, sampai lobak. Jadi sambil menunggu menu utama datang, kita bisa ngemil sehat he-he...

Menu favorit kami setiap kali makan di restoran Korea adalah Chap Chae, Pajon dan juga Bulgogi. Sayang disini tidak ada Tokbukki.

Chap Chae itu mirip soun kalau di Indonesia, tapi bahan baku berbeda, hanya rasa kenyalnya saja yang mirip. Kalau Chap Chae ala Korea ini masak dengan irisan daging sapi dan sayuran, berwarna agak kecoklatan. Dan rasanya manis gurih, ada sedikit rasa minyak wijen didalamnya. Chap Chae memang menu favorit disini.

Bulgogi di Chung Gi Wa juga enak lho, daging sapi yang sudah direndam ini dimasak dengan kecap, minyak wijen, bawang putih, dan bumbu-bumbu lainnya. Rasanya memang agak manis, hampir mirip rasanya dengan daging sapi yang ada di Chap Chae. Nyam-nyam, enak enak he-he...

Kemudian jangan ketinggalan Pajon, kalau saya sih menyebutnya martabak ala Korea. Ini juga Enak. Dan, ini dia yang saya paling suka, Sundubu Chige. Sundubu Chige adalah tahu sutra/halus yang dibuat sup dengan kuah pedas dan dicampur dengan telur. Hot & Spicy! Perut langsung terasa hangat, yang ini memang enaknya disantap dalam keadaan masih agak panas.

Cita rasa masakan Korea memang khas, minyak wijen, kecap, spicy, dan bawang putih sangatlah terasa didalamnya. Kamsahamnida, terima kasih... (Ita)


Baca Selengkapnya ....

recent post

TEMPLATE CREDIT:
Situs Booking Online Hotel di Garut - Original design by Bamz | Copyright of Puncak Darajat.